Dari Jabir bin Abdullah r.a. ia berkata: Bersabda Rasulullah saw.: “Tidak ada seorang muslim yang berwukuf di petang hari Arafah lalu menghadap kiblat dengan sepenuh wajahnya lalu membaca:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Tiada Tuhan selain Allah sahaja tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas segalanya”,
Zikir tersebut dibaca sebanyak seratus kali, lalu setelahnya membaca surat Al Ikhlas sebanyak seratus kali, dan kemudian membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
“Ya Allah.. Curahkanlah selawat kepada Muhammad sebagaimana Engkau telah mencurahkan selawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia lagi Maha Terpuji”,
Dibaca juga sebanyak seratus kali, melainkan Allah akan berfirman:
يَا مَلَائِكَتِي مَا جَزَاءُ عَبْدِي هَذَا؟، سَبَّحَنِي، وَهَلَّلَنِي، وَكَبَّرَنِي، وَعَظَّمَنِي، وَعَرَفَنِي، وَأَثْنَى عَلَيَّ، وَصَلَّى عَلَى نَبِيِّي، اشْهَدُوا مَلَائِكَتِي أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ، وَشَفَعْتُهُ فِي نَفْسِهِ، وَلَوْ سَأَلَنِي عَبْدِي هَذَا لَشَفَّعْتُهُ فِي أَهْلِ الْمَوْقِفِ كُلِّهِمْ
“Wahai para malaikat-Ku apa balasan bagi hamba-Ku ini? Ia membaca tasbih, tahlil, takbir dan mengagungkan Aku, membesarkan Aku, mengenal Aku, memuji-Ku lalu berselawat bagi Nabi-Ku. Persaksikanlah wahai para malaikat-Ku, sungguh Aku telah ampunkan hamba-Ku, telah Aku berikan syafaat pada dirinya. Sekiranya hamba-Ku ini meminta niscaya aku berikan syafaat bagi hamba-Ku untuk seluruh orang yang berwukuf (di Arafah)”.

Imam Al Baihaqi dalam komentar beliau terhadap hadis ini berkata: Hadis ini Gharib (tidak masyhur), namun walau demikian tak seorangpun di dalam sanadnya pemalsu hadis.
Lalu bagi mereka yang tidak melaksanakan haji apakah zikir dan doa tersebut tetap dianjurkan kepada mereka?
Dalam Bughiyyatul Mustarsyidin disebutkan bahwa: Walau hadis ini disebutkan anjuran untuk dibaca di padang Arafah, namun juga dianjurkan untuk diamalkan oleh mereka yang berada di luar padang Arafah.
Baik pula menganekaragamkan jenis doa. Doa keampunan, rahmat, kemerdekaan dari api neraka, kemaafan, hidayah, bimbingan, penjagaan, kesucian dan kemuliaan diri, keluarga dan keturunan, kelapangan rezeki, kesehatan, pertolongan, keamanan, surga Firdaus, syafaat Rasulullah saw. dan anugerah dapat melihat Allah Swt. pada hari kiamat dan berbagai doa lainnya.

