Kewajiban Suami Istri dan Kunci Ketenangan Batin dalam Rumah Tangga

Pertanyaan:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ustad apa salah istri menuntut suami keterbukaan semua dalam segala hal seperti pekerjaannya.. dan bagaimana cara supaya kita selalu sabar dan berubah untuk lbh memahmi bagaimna sifat suami..trus 1 lg apa amalan untuk menenangkan fikiran dan menjauhkan dari prasangka buruk..trimakasi ustad

Jawaban:

Wa’alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh

Isteri bagaikan sebelah sayap bagi suaminya. Sebagaimana seorang suami tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik jika tidak diiringi dengan dukungan sang isteri, begitu pula seorang isteri tidak akan dapat melaksanakan kewajibannya jika tidak didukung oleh suaminya.

Islam melalui Al Quran dan As Sunnah datang sebagai neraca untuk mengukur dan mengatur kewajiban seorang suami terhadap isteri begitu pula kewajiban seorang isteri terhadap suaminya. Kewajiban pada satu pihak menjadi hak bagi pihak yang lain. Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang suami merupakan hak bagi isterinya begitu pula sebaliknya.

Para ulama menyebutkan beberapa kewajiban seorang suami, diantaranya yang disebutkan oleh Syeikh Athiyah Shaqar –rahimahullah- dalam kitabnya Mausu’ah Al Usrah Tahta Ri’ayat Al Islam jilid 3 hal. 42 dan seterusnya, bahwa berikut ini adalah kewajiban seorang suami terhadap isterinya:

1. Menjaga perasaannya, diantaranya: Tidak mencela, tidak menyebut kebaikan wanita lain di hadapannya, menjaga rahasianya, memanggilnya dengan panggilan yang mulia, tidak menyakiti perasaan dan anggota tubuhnya
2. Menanggung perkara yang menyakitkan dari isterinya
3. Mengajarkannya
4. Cemburu yang wajar terhadapnya
5. Menasehatinya
6. Menjaga hartanya
7. Menghiburnya
8. Menjaga kesuciannya
9. Berlaku adil jika memiliki isteri lebih dari Satur
10. Mengajaknya untuk bermusyawarah
11. Memberikan nafkah yang layak baginya
12. Menepati janjinya
13. Jika memang harus cerai maka hendaknya menceraikannya dengan cara yang baik.

Adapun kewajiban seorang isteri secara umum kepada suaminya adalah dengan nilai-nilainya berikut ini:
1. Isteri ikut serta memikul sebagian tanggung jawab dalam keluarga
2. Suami adalah pemimpin utama dalam keluarga
3. Seorang isteri adalah hak murni bagi seorang suami
4. Tidak berpisahnya seorang isteri dari sang suami
5. Setiap pasangan menjadi ketenangan bagi pasangannya
6. Pentingnya merasakan dan menikmati kesenangan secara bersama
7. Menepati janji

Selanjutnya kewajiban seorang isteri terhadap suaminya secara rinci adalah:
1. Patuh kepadanya
2. Menjaga kehormatan dan kemuliaannya
3. Menjaga perasaannya
4. Mengatur rumah dengan sebaik mungkin
5. Mendidik anak
6. Pandai menghargai pemberian suami walau kecil sekalipun
7. Berihdad jika sang suami meninggal dunia

Dengan demikian tidak ada kewajiban seorang suami untuk berterus-terang terhadap isterinya kecuali berkaitan dengan kewajibannya terhadap isterinya. Allah Swt dengan segala hikmah-Nya menjadikan pekerjaan suami yang utama adalah mencari nafkah di luar rumah, sedangkan kewajiban isteri yang utama adalah bekerja di dalam rumah dalam rangka taat kepada Allah Swt dan kepada suaminya.

Adakalanya yang terbaik bagi seorang isteri justeru ketika sang suami yang menghadapi banyak permasalahan di luar rumah tidak berterus-terang terhadap isterinya yang sudah sangat sibuk fisik dan fikirannya mengatur rumah tangga berkaitan dengan anak-anaknya atau yang lainnya. Begitu pula sebaliknya adakalanya yang terbaik bagi seorang suami adalah ketika isterinya tidak menyebutkan semua permasalahan yang belum dapat diselesaikannya terhadap permasalahan anak atau permasalahan-permasalahan lain di dalam rumah karena begitu beratnya tanggung jawab dan amanah yang sedang ditanggung oleh sang suami di luar rumah.

Berhusnuzhan terhadap suami merupakan perkara yang penting dimiliki setiap isteri demi kelanggengan dalam berumah tangga. Berilah motivasi namun jangan menggurui. Berilah ide dan pendapat namun jangan menghakimi. Kepemimpinan tertinggi dalam rumah tangga tetap di tangan suami. Selama tidak melanggar perintah Allah Swt dan RasulNya Saw isteri wajib taat dan patuh sepenuhnya.

Selanjutnya kunci ketenangan batin dalam rumah tangga ada pada mengingat Allah Swt, dengan banyak berzikir kepadaNya terutama setiap selesai shalat fardhu dan juga di waktu pagi dan petang, memperbanyak selawat kepada Rasulullah Saw juga kunci dalam mengatasi berbagai masalah, membaca Al Quran. Jadikan setiap hari kita memiliki amalan yang dirutinkan walau hanya untuk waktu yang singkat. Insya Allah rumah akan bercahaya, hati akan terasa lapang.

Imam At Thabri meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

نَوِّرُوا بيوتكم بذكر الله، وأكثروا فيها تلاوة القرآن، ولا تتخذوها قبورًا كما اتخذها اليهود والنصارى، فإن البيت الذى يقرأ فيه القرآن يتسع على أهله، ويكثر خيره، وتحضره الملائكة، ويُدحض عنه الشيطان، وإن البيت الذى لا يقرأ فيه القرآن يضيق على أهله، ويقل خيره، وتنفر عنه الملائكة، وتحضره الشياطين

“Terangilah rumah kalian dengan memperbanyak zikir kepada Allah. Bacakanlah Al Quran di dalamnya. Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi dan Nashrani. Rumah yang dibacakan Al Quran banyak kebaikannya, terasa lapang bagi penghuninya, syaitan akan keluar dan malaikat akan berbondong-bondong masuk kedalamnya. Sebaliknya rumah yang tidak dibacakan Al Quran sedikit kebaikannya, sempit bagi penghuninya, malaikat akan keluar dan syaitan akan berbondong-bondong masuk ke dalamnya”. (Syarh Shahih Al Bukhari karya Ibnu Batthal jilid 3 hal.177)

Semoga Allah Swt berikan idaman dan dambaan setiap pasangan kaum muslimin “Sakinah Mawaddah wa Rahmah”. Allaahumma aamiiin.

Wallahu Waliyyuttaufiq

Comments

comments

Add Comment