Fenomena Wali Allah dan Shalat Hakikat

shalat hakikat

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. Ustadz, semoga selalu dlm lindungan Allah SWT.
Ustadz, saya ada mengikuti pengajian d kmpung, kata tgk dlm pengajian tersebut, para wali Allah ada yg shalat berbeda dgn org biasa, katanya shlat hakikat, katanya kita gak perlu mempermasalahkannya, krna itu udah tingkat tggi, kita sbg org awam tdk terjangkau. Pertnyaannya apa betul yg demikian itu ustadz? Kalo trnyata hal itu salah dan pemikiran yg sesat, bagaimana cara kami sbg org awam menyikapinya? Apakah harus diam saja krn menghormati guru ngaji atau membantahnya, mohon penjelasannya ustadz, syukran😊

Jawaban:

Wa’alaikum Salam wr wb.
Kita mengakui bahwa setiap ilmu ada istilahnya tersendiri. Masalah hakikat, makrifat dan syariat tergantung diilmu apa definisinya.
Terkait seorang wali Allah yang shalat secara hakikat, perlu difahami terlebih dahulu apa maksudnya?
Tidak ada yang lebih dekat kepada Allah SWT daripada Rasulullah Saw. Beliau bersabda:

والله إني لأتقاكم
“Demi Allah. Sungguh aku adalah orang yang paling bertaqwa diantara kalian”. HR. Muslim.

Shalat yang paling hebat adalah shalat Rasulullah Saw. Inilah yang menjadi neraca kita.

صلوا كما رأيتموني أصلي
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat”. HR. Al Bukhari.

Jika shalat kita benar ingin mencapai hakikat maka contohilah dan teladanilah ibadah shalat yang dilakukan oleh Rasulullah Saw, bagus bacaannya, bagus thumakninahnya, bagus khusyuknya.

Adapun jika makna shalat hakikat selain itu, misalnya shalat fardhunya tidak perlu ke mesjid, tidak perlu ada ruku’dan sujudnya maka hakikat yang dikatakan adalah kebatilan semata.

Wallahu A’lam

***

Comments

comments

Add Comment