Beginilah Hukum dan Tatacara Melaksanakan Aqiqah

Hukum dan Tatacara Melaksanakan Aqiqah

Hukum dan Tatacara Melaksanakan Aqiqah

Pengertian Aqiqah:

Aqiqah adalah hewan ternak yg disembelih pada hari ketujuh atau setelahnya dari kelahiran anak sebagai wujud kesyukuran atas kelahiran. Dan dibagikan kepada kerabat, tetangga dan orang miskin dalam kondisi sudah dimasak.

Hukumnya:

Aqiqah adalah amalan sunnah muakkadah, namun walau sunnah tidak selayaknya ditinggalkan apalagi sunnahnya itu kuat.

Landasannya adalah hadits yg diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi bahwa Rasulullah Saw bersabda:

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya”.

Dalam Fathul Bary jilid 9, hal 594 Ibnu Hajar Al-Asqalani mengatakan:

Banyak pendapat ulama dalam menafsirkan makna tergadaikan, diantara pendapat yang paling bagus maksudnya adalah: bahwa jika anak tidak diaqiqahkan lalu meninggal maka anak tersebut tidak akan memberi syafaat bagi kedua orang tuanya. Adapula yang menafsirkan bahwa Aqiqah adalah perkara yang mesti sehingga diibarakan dengan gadaian.

Waktunya:

Dilakukan aqiqah setelah lahir bayi terutama di hari ketujuh dengan hitungan termasuk hari lahirnya. Misalnya lahir bayi pada hari Jumat maka disunnahkan aqiqahnya di hari Kamis.

Dan sunnah aqiqah ini tidak gugur walaupun telah berlalu 7 hari pertama. Orang tua si anak hendaknya melakukan aqiqah utk sang anak kecuali sang anak telah baligh dan mampu, maka di waktu itu sang anak sendiri yg melakukan aqiqah tsb.

Perbedaan Qurban dan Aqiqah:

1. Qurban adalah hewan ternak yg disembelih pada 10, 11, 12 atau 13 Zulhijjah, sedangkan aqiqah disembelih di hari ketujuh dari kelahiran anak, atau di minggu ketiga dari kelahiran atau kapan saja ketika ada kemudahan.

2. Qurban dibagikan daging tersebut tanpa dimasak, sedangkan Aqiqah dibagikan dalam kondisi sudah dimasak.

3. Quran sebagai kesyukuran terhadap nikmat harta, sedangkan Aqiqah adalah kesyukuran terhadap nikmat anak.

4. Jika seekor kambing dipotong dihari raya Idul Adha dengan niat kesyukuran atas karunia hidup maka ia adalah qurban. Namun jika diniatkan kesyukuran atas nikmat kelahiran maka ia adalah aqiqah.

Mencukur Rambut dan Memberi Nama Yang Baik:

Dianjurkan mencukur rambut sang bayi di hari ketujuh: Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan Al Arba’ah (Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah) dari Samurah bin Jundub bahwa Rasulullah Saw bersabda:

ﻛﻞ ﻏﻼﻡ ﻣﺮﺗﻬﻦ ﺑﻌﻘﻴﻘﺘﻪ، ﺗﺬﺑﺢ ﻋﻨﻪ ﻳﻮﻡ اﻟﺴﺎﺑﻊ، ﻭﻳﺤﻠﻖ ﺭﺃﺳﻪ، ﻭﻳﺴﻤﻰ

“Setiap anak tergadaikan dengan akikahnya, disembelih akikahnya pada hari ketujuh, lalu dicukur rambutnya dan diberikan nama”.

Hukum melakukan Aqiqah dan mencukur rambut bayi menurut pendapat yg kuat di kalangan ulama adalah sunnah. Berpahala jika dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
Dari segi kesehatan juga terbukti bahwa rambut bayi yang baru lahir lebih utama untuk dicukur rata.

Dan dianjurkan untuk bersedekah seharga emas seberat rambut si bayi, jika tidak maka seharga perak.

Jenis hewan untuk Aqiqah:

Jenis hewan untuk Aqiqah seperti untuk Qurban. Sekurang-kurangnya untuk 1 orang anak laki-laki dan anak perempuan adalah seekor kambing sehat tidak cacat yang telah berusia 2 tahun hijriyah. Dan dianjurkan jika mampu untuk seorang anak laki-laki dua ekor kambing dengan umur yang sama yaitu 2 tahun.
Lalu diniatkan ketika disembelih sebagai Aqiqah bagi sang anak.

Wallahu a`lamu

Comments

comments

Add Comment